digital printing banner murah
pake promo cetak kalender 2018
brosur full color murah
Arrow
Arrow
Slider

Home » Info

Category Archives: Info

Teknik Cetak Sublimasi dan Kelebihan dan Kerugian Metode Cetak Ini

cetak sublim sablon kaos

cetak sublim sablon kaos

Pencetakan sublimasi adalah proses di mana foto, gambar, atau teks berkualitas foto dapat ditransfer ke berbagai media seperti pakaian, logam, akrilik melalui transfer panas.

Tinta sublimasi khusus harus digunakan karena tinta sublim bila dipanaskan dapat berubah dari padat menjadi gas, tanpa memerlukan fase cair. Ketika gas ini bersentuhan dengan serat polimer, ia mampu melewatinya, yang pada akhirnya memungkinkan kain diwarnai secara permanen.

Agar proses Sublimasi bekerja secara efektif barang yang akan dicetak harus dilapisi polimer terlebih dahulu atau sudah berbasis polimer. (yaitu kaos polyester)

Karena hampir semua barang dapat dilapisi polimer, proses ini memungkinkan pencetakan ke hampir apa pun, seperti mug keramik, kaca, lembaran logam, akrilik, dan item unisub lainnya seperti mouse pad, atau bahkan case hp. Barang-barang yang dapat dicetak dengan teknik cetak sublim ini semakin hari semakin beranekaragam. Selama barang dapat dilapisi polimer dan dapat menerima panas sangat mungkin bisa dicetak dengan teknik sublimasi ini.

Karena pencetakan sublimasi ini bisa diterapkan secara luas pada hampir semua barang yang dapat anda temui, maka metode pencetakan sublimasi paling populer dalam industri percetakan.

 

Kelebihan Teknik Cetak Sublim

Kelebihan pencetakan sublimasi adalah sebagai berikut :

  • Metode sublimasi memungkinkan Anda mencetak gambar full color ke permukaan yang keras dengan lapisan polimer.
  • Sablon dapat menjadi proses pembelajaran yang rumit dan susah diterapkan, sementara teknik sublimasi adalah proses yang lebih mudah untuk dikuasai.
  • Sublimasi memungkinkan penggunaan spektrum full color.
  • Biaya cetak sublim ini tetap sama entahkah mencetak 1 atau 1000, artinya pelanggan tidak perlu memesan jumlah pesanan minimum. Ini membuat sublimasi menjadi teknik cetak yang sempurna untuk usaha kecil yang sedang mencari barang promosi, atau pasar personalisasi hadiah.
  • Pelanggan dapat minta custom. Pencetakan sublimasi tidak memerlukan layar atau pelat khusus, yang berarti prosesnya yang sederhana mudah menyesuaikan desain dengan elemen-elemen yang berubah seperti nama individu, nomor tim.
  • Proses cetak sublimasi cukup cepat (tergantung pada pesanan juga) yang dapat memungkinkan perusahaan percetakan untuk menawarkan hasil cetak pada hari yang sama atau dalam beberapa kasus, bahkan pada jam yang sama.

Kelemahan Teknik Sublim

Seperti apa pun kelebihannya, setiap teknik cetak pasti punya kerugian, sublimasi pun demikian. Beberapa kelemahan untuk pencetakan sublimasi adalah sebagai berikut;

 

  • Tinta bisa sangat mahal untuk dibeli dibandingkan dengan printer tinta OEM lainnya, sehingga harga produk sublim ini juga sedikit mahal.
  • Barang yang akan dicetak harus terbuat dari kain polimer atau dilapisi dengan polimer untuk memastikan proses sublimasi bekerja secara efektif.
  • Barang-barang yang dapat dicetak harus berwarna putih atau muda. Karena warna pewarna yang digunakan dalam pencetakan sublimasi kain ini tidak dapat digunakan pada bahan gelap seperti tshirts hitam.
  • Meskipun dengan teknik sublimasi ini sangat memungkinkan untuk mengakses seluruh spektrum warna, namun demikian sangat sulit untuk mengatur warna pada printer. Namun dengan diperkenalkannya powerdrivers hal ini tidak lagi menjadi masalah.

 

Sublimasi benar-benar populer dengan sendirinya dan merupakan sektor yang berkembang pesat. Dengan melihat keunggulan teknik cetak sublim di atas, kita tidak perlu bertanya-tanya mengapa demikian.

 

Kiat-kiat Merintis Usaha di Bidang Percetakan di Surabaya

cetak brosur full color murah surabaya

cetak brosur murah surabaya

 

Berwirausaha tentu merupakan impian bagi beberapa orang. Dengan berwirausaha orang dapat mengembangkan daya kreativitasnya dengan lebih maksimal tanpa dibatasi aturan ini dan itu. Selain itu dengna berwirausaha membuat orang yang melakukannya lebih fleksibel dalam mengatur waktu. Namun seringkali keinginan atau angan-angan berwirausaha ini tidak disertai dengan tindak lanjut yang lebih konkret ataupun sudah ada tindakan tapi tidak mempersiapkan amunisi yang tepat sehingga akhirnya justru gulung tikar di tengah jalan. Selain itu hal lain yang sering menghambat dimulainya sebuah wirausaha adalah bingung menentukan bidang usaha apa yang ingin didirikan. Oleh karena itu dalam artikel ini penulis akan memperkenalkan salah satu prospek bidang usaha kepada pembaca sekalian yaitu percetakan.

Percetakan di masa ini merupakan lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Dengan semakin gencarnya persaingan antar perusahaan yang 1 dengan yang lain dalam membuat media promosi  untuk menarik minat konsumen membeli produknya. Bidang percetakan hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebt dalam pembuatan media promosi seperti spanduk, brosur, katalog, dll. Selain itu  bidang percetakan ini disebut menjanjikan melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Apabila jabatan menteri pendidikan beralih dari 1 orang ke orang lain biasanya berdampak pada bergantinya kurikulum. Kurikulum yang berubah juga akan berdampak pada pembaharuan buku pegangan yang harus dimiliki siswa-siswanya dalam membantu proses belajar-mengajar. Dengan kondisi yang seperti itu tentu menjadi lahan basah buat perusahaan percetakan berdasarkan pada banyaknya jumlah sekolah di Indonesia. Namun alangkah baiknya para pembaca jangan terbuai dulu dengan prospek prospek yang penulis paparkan tersebut. Perlu diingat dalam memulai suatu bidang usaha apapun pasti ada tantangan yang harus dihadapi sebelum kita dapat menuai kesuksesan. Oleh karenanya berikut ini penulis akan membagikan tips-tips bagi pembaca yang tertarik untuk memulai bidang usaha percetakan di Surabaya supaya juga lebih memahami tantangan-tantangan yang akan dihadapi nanti.

  1. Meningkatkan kepekaan terhadap kesempatan-kesempatan yang muncul sebagai jalan pembuka memulai bisnis

Setiap hari kita akan berjumpa denga hal-hal yang bisa kita jadikan lahan bisnis percetakan. Sekarang tinggal pembaca sendiri yang menentukan pangsa pasar bisnis yang akan anda bangun. Berikut ini penulis sebutkan beberapa contoh produk percetakan yang bisa pembaca jadikan prospek  :

  • percetakan undangan pernikahan atau khitan

  •  Formulir di kantor yang khusus

  • Buku ujian masuk perguruan tinggi.

  • Amplop, Stofmap, dan Kalender Kantor

  • Poster dan brosur kegiatan

  •  Sablon

  • Mug unik

  • Pemilu dan Pilkada

  1. Selalu menyanggupi order yang datang dengan hasil yang sebaik mungkin

Pembaca wajib menerima order apapun konsekuensinya dan juga produk yang dihasilkan juga harus sangat bagus. Hal ini bertujuan untuk memunculkan first impression yang baik kepada konsumen dalam mempercayakan orderannya kepada kita. Jika menurut pembaca pesanannya rumit maka bisa  minta tolong kepada percetakan lainnya. Bangunlah image sebaik mungkin kepada konsumen bahwa memang usaha yang pembaca lakukan bukan usaha asal-asalan. Dengan demikian konsumen yang puas akan merekomendasikan jasa anda.

  1. Mempelajari secara dalam  segala sesuatu tentang dunia percetakan

Ibarat tentara yang sudah siap dengan berbagai senjata sebelum memasuki medan pertempura. Begitu pula yang harus pembaca lakukan  sebelum terjun ke dalam rimba bisnis percetakan. Pelajari apa saja hambatan-hambatan dan manajemen seperti apa yang cocok diterapkan di dalam usaha percetakan yang kita jalankan. Selain itu tentu saja pembaca juga harus menguasai teknis proses produksi percetakan sedetail mungkin karena proses  inilah yang nantinya akan pembaca hadapi setiap hari. Pembaca juga dapat membuat beberapa perencanaan dimulai dari penerimaan order, analisis order dari konsumen apakah bisa dikerjakan dengan sumber daya sendiri, perhitungan biaya cetak dan harga ke konsumen, quality controlling setelah proses produksi dilakukan, packing, proses distribusi, hingga proses pembayaran juga harus kita pikirkan dengan matang. Selain itu  yang tidak kalah penting adalah menentukan strategi promosi untuk membuat pelanggan tertarik.

  1. Survei Pasar

Survey pasar juga menjadi hal yang cukup vital dalam memulai usaha  karena pembaca bisa “mengintip” perusahaan-perusahaan sejenis dalam menentukan harga dan promosinya kepada konsumen. Dengan demikian nantinya saat usaha sudah berdiri, pembaca dapat mengambil sela dari metode yang dilakukan perusaahaan sejenis. Selain itu survei juga berfungsi dalam melakukan observasi terhadap variasi jenis dan harga kertas sebagai bahan baku. Hal ini nantinya berfungsi sebagai acuan dalam menentukan harga dan memperkirakan keuntungan

  1. Memperhitungkan investasi untuk pengadaan alat-alat dan mesin percetakan yang dibutuhkan

Alat alat yang digunakan dalam produksi percetakan bukanlan alat yang murah.  Sebaiknya pembaca jangan tergesa-gesa melakukan investasi dengan membeli alat super canggih atau alat berkapasitas super banyak terlebih dahulu. Pembaca harus realistis terlebih dahulu dalam melihat peluang dan prospek yang dimililiki setelah usaha mulai berjalan. Pembaca lebih baik membeli modal alat alat mendasar saja dulu sembari mengumpulkan modal yang cukup   untuk mengupgrade teknologi mesin cetak yang dimiliki untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi

Itulah tips-tips yang bisa penulis bagikan kepada pembaca semoga bisa berguna bagi yang ingin merintis bisnis dalam dunia percetakan di Surabaya.

Teknik Cetak Offset

Dalam proses pembuatan suatu media promosi entah itu brosur, pamphlet, katalog, dll., pernahkah kita bertanya-tanya bagaimana cara pembuatan media-media tersebut mulai dari kertas kosong kemudian diberian warna sedemikian rupa hingga menjadi selebaran yang diterima oleh konsumen? Dalam artikel kali ini kita akan membahas salah 1 teknik dalam menghasilkan media cetak yang cukup popular yaitu dengan teknik offset. Konsep utama dari teknik cetak ini adalah sejumlah tinta akan dipindahkan oleh plat silinder yang diberi raster menuju plat offset yang permukaannya berupa karet dan kemudian akan ditransfer menuju permukaan cetak yang diinginkan umumnya berupa plastic ataupun kertas. Definisi dari raster di sini adalah guratan-guratan pada permukaan plat silinder yang didesain sedemikian rupa sesuai dengan hasil cetakan yang diinginkan. Plat silinder ini sudah diatur sedemikian rupa supaya tinta hanya terisi pada raster/image area sementara area yang bukan raster/non-image area tidak ikut terisi tinta. Caranya adalah menggunakan 2 jenis roll yang 1 menarik air yang ditempatkan pada area yang bukan raster sementara roll satunya menarik tinta yang terbuat dari minyak yang ditempatkan pada raster. Sifat tolak-menolak antara minyak dan air inilah yang membuat tinta tidak berontak dengan area bukan raster Selama proses dijalankan supaya posisi permukaan cetak tidak bergeser maka digunakanlah impression roll. Langkah-langkah di atas diperjelas dengan gambar berikut :

teknik cetak offset percetakan surabaya

Proses pencetakan dengan teknik offset

Oleh karena kedudukan ink rollers yang mencetak gambar posisinya setara dengan water rollers yang tidak menghasilkan gambar maka teknik offset juga biasa disebut dengan teknik cetak datar. Selain itu juga disebut teknik cetak tidak langsung sesuai dengan asal nama teknik cetak ini yang berasal dari kata set-off atau peralihan bila diterjemahkan. Hal ini dikarenakan tinta dari plat silinder tidak langsung dipindahkan ke permukaan cetak tapi melalui perantara plat offset yang terbuat dari karet.

Setelah kita mengetahui proses bagaimana cetak offset maka kita perlu juga mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memulai sebuah proses pencetakan. Berikut penjelasannya :

  1. Desain

    Dalam bisnis percetakan desain menjadi hal yang vital karena bagian inilah yang akan langsung dilihat oleh konsumen. Oleh karena itu harus dibuat secermat mungkin selama masih dalam bentuk soft file. Kecermatan ini haru dijaga dimulai dari awal proses yaitu menentukan ukuran produk yang akan dicetak. Berikutnya mencocokkan pembuatan desain dengan spesifikasi yang diinginkan customer baik itu berupa undangan, kalender, kemasan, brosur, dll. Selain itu yang harus diperhatikan adalah pada file-file yang telah dipersiapkan apakah gambar yang dihasilkan sudah optimal sehingga tidak pecah ketika dicetak.Hal penting lainnya yang harus dilakukan adalah pengecekan pada kelengkapan file yang akan dicetak sehingga tidak ada image yang tertinggal. Pengecekan juga perlu dilakukan terhadap teks-teks pada desain agar tidak terjadi kesalahan penulisan/ typo.

    Persiapan desain ini juga dilakukan pada saat proses pencetakan ke dalam media cetak akan dilakukan. Persiapan tersebut yaitu melakukan pemeriksaan pada atribut pembantu yaitu :

    Colorbar
    Atribut ini digunakan untuk mengetahui tingkat kerataan warna tinta pada saat proses cetak sesuai dengan warna desain yang digunakan

    Register Mark
    Atribut ini berfungsi sebagai parameter apakah warna tepat jatuh pada posisi yang tepat sesuai dengan desain yang telah dibuat /tidak bergeser. Pengecekan dilakukan dengan melihat apakah garis-garis warna yang terbentuk pada saling bertumpukan 1 sama lain. Penumpukan ini menunjukkan warna sudah tepat pada posisinya sementara bila garis yang terbentuk saling terpisah 1 sama lain maka bisa dipastika media cetak bergeser selama proses sehingga warna tidak tepat jatuh pada tempatnya.

    Recording
    Merupakan batasan area atau ukuran yang akan dicetak, berfungsi sebagai pegangan dari mesin dan untuk memudahkan proses punching

    Unleg
    Fungsinya untuk mengetahui kerataan permukaan cetakan dari pinggiran dari tumpukan kertas yang telah tercetak

    Nama file desain
    Sebagai informasi yang digunakan supaya order-an yang akan dikerjakan tepat sesuai dengan customernya

  2. Pembuatan plat cetak

    Pembuatan plat cetak ini bisa dilakukan baik secara manual maupun otomatis di mana tentu teknik otomatis dengan system computer to plate jauh lebih efisien daripada sistem manual. Raster bisa langsung dibentuk dengan proses :

    File > RIP (tiff B) > File S & R > CtP > Plate

    Berikutnya pada proses pasca cetak/finishing, media yang telah diberi desain dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan spesifikasi masig-masing customer. Proses itu antara lain :

  1. Potong kertas/sisir kertas
    Proses untuk merapikan pinggiran kertas atau memotong kertas sesuai ukuran yang dibutuhkan.
  2. Laminating
    Proses pasca cetak dengan melapisi kertas menggunakan bahan plastik agar cetakan terlihat lebih menarik dan tahan lama (awet). Jenis laminating dibagi menjadi 2 yaitu laminating doff (permukaan kertas tidak mengkilap) dan laminating glossy (permukaan kertas mengkilap)
  3. UV
    Teknik ini digunakan untuk menimbulkan efek mengkilap senagimana halnya dengan laminating, akan tetapi bahan yang digunakan berbeda. Jika laminating menggunakan bahan plastik maka UV menggunakan bahan dari cairan khusus.
  4. Poly (hot stamp)
    Metode ini digunakan untuk membuat bagian tertentu dari hasil cetakan tampak mengkilap dengan dua warna paling umum yaitu gold dan silver.
  5. Emboss/deboss
    Metode untuk mempercantik hasil cetak pada bagian tertentu yang mrmunculkan efek timbul atau tenggelam sehinggateks atau gambar yang muncul terlihat berbeda dari hasil cetak biasa.
  6. Pond
    Pemotongan suatu cetakan dengan bentuk khusus seperti yang diinginkan. Ada juga istilah rel dalam teknik pond, dimana fungsinya membuat garis agar desain mudah dilipat.
  7. Lem panas (binding)
    Lem panas berguna untuk merekatkan sebuah cover buku dengan isinya yang tebal sehingga menjadikan teknik binding inilah yang dipilih. Prosesnya dimana lem tersebut harus dipanaskan dulu sebelumnya dengan suhu tertentu menggunakan mesin otomatis. Mesin ini juga membuat lem panas menjadi cepat kering (sekitar kurang lebih 20 detik).
  8. Cacah (perforasi)
    Teknik membuat lubang kecil-kecil yang membentuk garis pada hasil cetakan dengan tujuan untuk memudahkan penyobekan.

Cetak offset bisa dilakukan di Harvest Percetakan Surabaya, percetakan murah yang ada di Surabaya

 

Sang Pencetus Mesin Cetak Modern – Johannes Gutenberg

Johannes Gutenberg Penemu Mesin Cetak

Johannes Gutenberg Penemu Mesin Cetak

Sebagaimana halnya dengan James Watt yang menjadi pendobrak dalam modernisasi dalam mesin-mesin produksi yang memicu revolusi industri. Johannes Gutenberg juga telah membuat terobosan dalam hal modernisasi mesin percetakan. Perkembangan media cetak menjadi sangat pesat yang salah satu contohnya adalah alkitab dapat diproduksi secara massal. Perkembangan ini juga berpengaruh pada dunia jurnalistik pada saat itu di mana informasi dapat disebarluaskan pada masyarakat awam dengan lebih cepat dan mendalam terutama urusan dalam pemerintahan. Bebasnya informasi ini akan membuka mata masyarakat awam untuk menjadi lebih kritis dan paham apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisi politik negaranya. Hal tersebut menjadi salah 1 faktor pendorong peradaban untuk keluar dari Abad Kegelapan di mana pada abad tersebut sistem informasi hanya dimonopoli oleh pemerintah dan gereja.

Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg lahir pada tahun 1400 di kota Mainz buah cinta dari Friele Gensfleisch zur Laden dengan istri keduanya Else Wyrich. Ayah Johannes adalah seorang pedagang emas yang cukup ternama. Namun keluarga tersebut terpaksa harus pindah dari Mainz menuju Strasbourg (daerah Prancis) pada tahun 1411 karena terjadi konflik antara buruh dengan kaum bangsawan yang berujung pada pemberontakan. Selama tinggal di kota tersebut Johan menyambung hidup sebagai seorang pengrajin logam dan menjual hasil  karyanya kepada para biarawati.

Gagasan terciptanya mesin cetak modern ini bermula ketika Johannes kembali ke kota kelahirannya Mainz pada tahun 1448 masih sebagai seorang pegrajin emas yang terlilit hutang. Untuk melunasi hutang-hutang tersebut Johannes memperoleh uang dengan cara membuat surat-surat pengampunan. Pada awalnya pembuatan surat pengampunan ini masih menggunakan tulisan tangan sehingga rawan kesalahan dan memakan waktu lama. Oleh karena itu Johannes berinovasi dengan menempa timah hitam menjadi berbentuk huruf–huruf latin sejumlah 300 buah supaya surat pengampunan dapat dicetak sebanyak mungkin pada satu waktu.

Cara kerja mesin cetak klasik ini adalah kertas ditempatkan di antara 2 bidang. Bidang pertama berfungsi sebagai alas sementara bidang kedua diberi frame untuk memberi jarak antara 1 paragraf dengan paragraf lain. Bidang kedua dijepitkan pada bidang pertama kemudia kedua bidang ini dilipat pada area yang telah dipasangi dengan cetakan-cetakan huruf yang telah dilumuri tinta. Bidang-bidang ini kemudian diatur sedemikan rupa pada alat press yang ada pada mesin cetak. Katup press diputar searah jarum jam supaya alat press dapat berkontak dengan bidang cetak sehingga tulisan dapat ditampilkan. Cara kerja mesin cetak semacam ini mengadopsi dari alat yang sama hasil penemuan Cina namun dengan bahan pembuatan yang lebih modern dan tahan lama yaitu logam. Sementara Cina mengembangkan alat tersebut dibuat dari tanah liat. Selain itu Johannes juga berinovasi dalam tinta yang digunakan menjadi berbasis minyak sehingga lebih tahan lama daripada tinta berbasis air.

Mesin Cetak Pertama Kali

Mesin Cetak Johannes Gutenberg

 

Cetakan Tulisan Mesin Cetak Pertama

Cetakan Tulisan Mesin Cetak Pertama

 

Pada masa tuanya Johannes Gutenberg mendapatkan penghargaan atas kontribusinya terhadap perkembangan teknologi percetakan, Beliau mendapatkan gelar bangsawan pada Januari 1465. Beliau akhirnya meninggal pada 3 Februari 1468 dan dimakamkan di gereja Mainz

Cetak Offset vs Digital Printing (Percetakan Digital)

Cetak Offset vs Digital Printing

cetak offset vs percetakan digital

cetak offset vs percetakan digital

Banyak percetakan yang ada sekarang ini menawarkan keduanya, baik cetak offset maupun digital printing, tapi manakah yang lebih baik dan apakah perbedaan mendasar yang perlu diketahui pemesan ?
Dalam hampir semua kasus yang ada, kita dapat tahu metode pencetakan apa yang paling tepat untuk menangani order dari klien. Saya kira semua sales percetakan pastilah tahu metode mana yang akan digunakan untuk menangani order tersebut.
Satu hal yang perlu diketahui adalah kualitas hasil cetakan bukanlah faktor penentu dari metode pencetakan yang akan digunakan. Sebelum teknologi mesin percetakan berkembang seperti sekarang, tentunya para praktisi percetakan tahu bahwa cetak offset menghasilkan hasil cetak yang lebih bagus daripada digital printing. Tapi dalam 10 tahun terakhir ini, perkembangan teknologi yang demikian pesat membuat kita susah membedakan hasil cetakan dari offset printing dan digital printing, termasuk para klien yang memesan brosur, banner, dsb.

Jadi apakah faktor penentunya?

Yang paling menentukan perbedaan keduanya adalah jumlah cetakan yang ingin dibuat. Cetak offset membutuhkan plat cetakan yang harus dibuat dulu dan waktu setting yang cukup lama. Entahkah akan mencetak 100 banner atau 100rb banner, waktu settingnya sama lamanya, dan plat cetakan tetaplah harus dibuat. Jadi ada biaya yang tetap, yang tidak terpengaruh banyaknya jumlah cetakan yang diinginkan.
Sementara percetakan digital tidak membutuhkan plat cetakan ataupun waktu setting yang cukup lama. Kualitas cetakan akan tetap sama bahkan dari hasil cetakan pertama. Namun perlu diketahui bahwa mencetak secara digital cukup lambat dan biaya mencetak dihitung setiap lembar (berdasarkan banyaknya cetakan). Semakin banyak yang dicetak maka biaya cetak juga akan melambung.
Beda tentunya dengan cetak offset, mau cetak 100 atau 1000 pieces, biayanya tidak akan berbeda jauh. Bakan mesin offset printing, bisa mencetak sampai 4 lembar dalam 1 detik, yang berarti kira-kira 6 kali lebih cepat daripada digital printing. Jadi dalam offset printing, anda cukup membuat plat cetakan sekali, dan itu bisa digunakan berapapun banyaknya. Semakin banyak cetaknya, maka akan semakin murah biaya per lembarnya.

Saya biasanya pakai patokan 1000. Dimana biaya cetak offset akan sama dengan biaya digital printing, jika cetakan yang diminta adalah 1000. Bila lebih banyak dari 1000, mencetak dengan metode cetak offset akan lebih menguntungkan. Demikian juga sebaliknya jika kurang dari 1000, mencetak dengan metode digital printing tentulah yang lebih murah